Inilah 5 Tips Aman Meninggalkan Rumah Saat Mudik Lebaran

BUMICIMANGGISINDAH.COM, Hunian Murah di Depok – Pulang kampung atau Mudik lebaran adalah momen yang selalu dinantikan menjelang hari raya lebaran, melepaskan rasa rindu pada kedua orang tua, sanak saudara dan teman-teman lama. Kesempatan untuk kembali berakrab-akraban menjalin silaturahmi secara langsung yang tidak dapat digantikan oleh teknologi secanggih apapun.
Pada saat melakukan aktivitas mudik, seseorang akan meninggalkan rumahnya di kota sampai ia kembali lagi. Sejumlah kekhawatiran untuk meninggalkan rumah saat mudik menjadi masalah, ancaman terjadinya kebakaran hingga kemalingan menjadi hal yang dikhawatirkan untuk para pemudik meninggalkan hunian mereka. Namun terdapat sejumlah cara yang dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjad dengan beberapa tindakan preventif berikut ini:

1. Pastikan Rumah Terkunci dengan Baik

Hal yang terpenting dalam meninggalkan rumah saat mudik adalah pastikan seluruh rumah anda terkunci dengan baik. Sejumlah bagian yang perlu Anda kunci seperti setiap pintu yang ada, jendela di setiap rumah dan bagasi rumah jika ada. serta pintu gerbang rumah. Bahkan, sebaiknya Anda juga memiliki kunci pengaman tambahan untuk memastikan jika rumah dalam keadaan aman. Selanjutnya yang perlu dihindari juga usahakan untuk tidak memakai gembok yang mencolok. Gembok yang terlihat dari luar menarik akan mendapat perhatian dari penjahat, karena pintu yang tergembok menandakan rumah dalam keadaan kosong.

2. Menitipkan Rumah dengan Orang yang Dipercaya

Salah satu cara untuk merasa aman meninggalkan rumah selama melakukan mudik adalah menitipkan rumah kalian dengan orang yang dapat dipercaya. Kalian dapat menitipkan rumah kepada saudara yang tidak ikut pulang kampung atau tetangga yang bisa dipercaya untuk dititipkan rumah dan sesekali menengok rumah yang anda tinggalkan. Selain itu untuk lebih mengurangi was-was anda ketika mudik, sebelum mudik jangan lupa untuk berpamitan pada ketua RT/RW atau keamanan setempat. Beritahu kepada mereka sampai kapan akan kembali dan berikan nomor telepon yang dapat dihubungi selama mudik apabila terjadi hal-hal yang darurat.

3. Pastikan Listrik dan Gas Sudah Dicabut

Salah satu upaya untuk meninggalkan rumah selama mudik agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan adalah dengan memastikan telah tercabutnya Listrik dan Gas di rumah anda. Hal ini dilakukan guna menghindari resiko kebakaran akibat konsleting listrik dan untuk menghindari kebocoran gas. Pastikan juga seluruh perangkat elektronik telah dimatikan dan cabut kabel dari kontak. Selain itu juga tidak kalah penting untuk memastikan saluran PAM dan keran air tidak mengalir.Selain untuk menghindari tagihan yang membengkak juga untuk menghindari terjadinya kebocoran.

4. Buat Kondisi Rumah Seolah-olah Tidak Mudik

Salah satu hal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengecoh pencuri adalah dengan menyalakan lampu depan dan salah satu lampur kamar. Dengan demikian, banyak orang yang mengira jika ada orang dalam rumah Anda. Lampu menyala mungkin akan membuat tagihan listrik Anda sedikit membesar karena akan menyala selama 24 jam tanpa henti. Namun, jika itu memang baik untuk keamanan rumah Anda, kenapa tidak? Cara lain untuk mengecoh adalah dengan membiarkan sepatu atau sandal berada di luar pintu. Sepasang sepatu atau membiarkan sepatu berantakan seperti biasanya dapat memicu pandangan jika Anda sedang berada di rumah. Hal itu dapat membuat pencuri keliru dan tidak ingin memasuki rumah Anda.

5. Hindari Share Foto/Video pada Saat Mudik di Medsos

Saat ini berbagai macam cara dapat dilakukan oleh para pelaku tindak criminal, tak terlebih dalam memperhatikan aktivitas media sosial kalian untuk mencari celah untuk melakukan tindakan criminal. Pada saat melakukan mudik, sangat disarankan untuk tidak membagi foto dan video yang terkait kegiatan mudik lebaran, terlebih meceritakan setiap detailnya seperti ‘kapan berangkat’, ‘dengan siapa saja’, ‘di rumah ada siapa’. ‘kapan aka pulang’ di media sosial seperti facebook, Twitter dan Instagram. Segala sesuatu yang diposting di media sosial bersifat publik, artinya siapapun dapat melihat dan mengakses. Berhati-hatilah dalam menyebarkan berbagai informasi yang bersifat pribadi ke media sosial. Bisa jadi ada orang jahat sedang mengintai, mencari target kejahatan dengan mengorek-orek berbagai informasi melalui media sosial.

Leave a Comment

Your email address will not be published.